This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 02 Mei 2014

Penemuan-Kreatif

Sejarah penemuan dan penciptaan oleh manusia, bukanlah sejarah para penguasa. Penguasa dan kekuasaan berawal ramah, tapi berujung beku, mematikan kreativitas. Penemuan dan penciptaan selalu diragi dalam kenyataan serba kreatif. Bahwa suasana kreatif menjadi mustahak dan niscaya untuk suatu penemuan dan penciptaan. Karya seni sebagaimana temuan sains selalu terlahir dalam suasana yang dilayani oleh iklim imajinatif-kreatif. Seorang ilmuan ataupun seniman, bisa melayari imajinasi kreatif jika dia berada dalam naungan hangat dan merdeka. Bahwa orang-orang ‘merdeka’-lah yang bisa melayari imajinasi. Namun, tak sedikit pula kisah mereka yang berada dalam tekanan politik, malah rancak melayari imajinasi kreatif dalam penjara ataupun selama menjalani kerja paksa. Mereka menulis dan mencatat atau membuat diagram atau bahkan dalam citra grafis.
Karya seni hari ini di Riau, telah mati. Penyebab utamanya adalah penguasa dan pemerintah yang mengkooptasi kehidupan kreatif. Penguasa yang notabene negara, terlalu jauh masuk mengurus hidup dan dunia kreatif seniman. Seniman dianggap sebagai tenaga honor, bagian struktural birokrasi, bagian internal birokrasi yang diperlakukan layaknya barisan pegawai dalam arus besar mesin birokrasi. Hari ini kesenian dan temuan kreatif hanya berada di bawah cangkang penguasa. Jangan berharap iklim begini bakal melahirkan karya dan temuan besar dan bermakna dalam dunia seni. Demikian pula, jangan berharap banyak pada lembaga yang membidangi penelitian atau riset yang berada di bawah pemerintah daerah. Dia tak akan menjadi stimuli yang kuat untuk sebuah temuan dan penciptaan kreatif. Anggaran yang disediakan untuk sebuah riset yang berasal dari anggaran pemerintah daerah, dia tak lebih dari ‘jalan adiministrasi’ keuangan biasa. Tak ada faedah dari pekerjaan dan hasil riset yang didanai oleh pemerintah daerah. Dia tak lebih dari pola ‘akal-akalan’ yang menyajikan kaidah ‘seolah-olah riset’, padahal hanya jalan sunyi. Tak memberi fadilat apapun secara saintifik.
Makanya, selama tetap berada di bawah cangkang pemerintah, jangan berharap menghasilkan temuan-temuan sains, atau hasil daya cipta akal budi. Karena segala perbuatan yang mulia itu (riset dan imajinasi kreatif) dan demi kemanusiaan itu, tak lebih dari sederet barisan yang harus mengikut selera dan kemauan gaya ‘marching band’. Berbunyi dan bergaya tersusun, rapi dan hanya membawa karya-karya yang sudah ada dan tersedia. Tak ada karya ciptaan sendiri yang dibawakan oleh barisan ‘marching band’. Kalaupun ada, tak lebih dari karya-karya picisan para penguasa yang memaksakan naik panggung dan membuat album ketika berkuasa pula.
Sejarah penemuan dan penciptaan karya kreatif, berbanding terbalik dengan suasana tadi. Chairil Anwar, Amir Hamzah yang menjahit sejarah karya sastra monumental di negeri ini, bukan karena dorongan dana pemerintah dan anggaran yang disediakan secara manja oleh penguasa. Dia lahir dari sebuah kegelisahan kreatif. Plato, Aristoteles, hingga Newton dan Albert Einstein, Faraday, sampai Bill Gates, juga menjadi penemu dan pemikir besar di bumi ini, berkat kenyataan kreatif dan kebebasan berfikir yang tak pernah dikangkangi para penguasa. Ingat, kekuasaan dan gereja yang bersabda, menjadi penumpul ilmu pengetahuan pada sebuah zaman di Eropa; tragedi Galilei Galileo. Begitu juga tragedi minum racun di penjara yang harus dilakukan oleh bapa filsafat Socrates. Walhasil, amat sedikit penguasa yang berperan sebagai perangsang bijak bagi kehidupan kreatif yang berujung pada karya dan temuan-temuan berharga demi kemanusiaan. Bani Abassyiah menjadi satu momentum sejarah yang cerlang dalam tradisi ilmu. Begitu juga di Indonesia, ada sosok visioner yang mengirim anak muda ke universitas terbaik dunia dalam jumlah ribuan. Di sini Habibie berbuat dalam rengkuhan 50 tahun ke depan, demi sumberdaya manusia Indonesia. Tapi, hari ini, penguasa malah memborong semua bidang dan sisi. Penguasa jadi seniman, jadi ulama, jadi akademikus sekaligus perencana sosial dan perencana teknis.
Jangan heran, kalau sudah berkuasa semua kehendak bisa disusun dan dilaksanakan. Jika sebelumnya menjalani kehidupan tak kreatif, maka ketika berkuasa, memaksa buat album, menuntut segala gelar akademik agar terkesan intelektual. Gelar akademik jadi mainan, sebagaimana dengan gelar bangsawan. Tanpa ada sejarah keilmuan, bergila-gila minta dapat gelar Honoris Causa. Maka, bersibuklah segala pemimpin kita hari ini, yang menggunakan kekuasaan untuk membangun imej sebagai pemimpin intelek. Padahal, intelektual akademis tidaklah menjadi syarat utama ketika ingin menjadi penguasa. Sejarah mencatat, para penguasa yang sensitif dengan kepentingan rakyat adalah mereka yang memiliki kecerdasan sosial yang tinggi. Mereka merupakan sosok yang bijak dan bajik. Bijak mengenderai zaman dan kehendak zaman. Bajik dalam mendorong rakyatnya berbuat dan berkarya, sehingga terbangun sebuah masyarakat yang mandiri.
Jika masyarakat bisa membuat acara kebudayaan sendiri, mandiri tanpa menggunakan anggaran pemerintah, berarti pemerintah itu berhasil dan berjaya. Sebab, ternyata rakyat berdaulat atas dirinya, berdaulat dalam mengatur dan menyusun mimpinya sendiri. Bisa memanjat mimpi itu sendiri dengan ikhtiar dan caranya masing-masing. Tanpa harus dipidatoi para penguasa. Sejauh ini, rakyat kita tak mandiri. Belum sah sebuah majelis perkawinan jika tak dihadiri penguasa, pejabat. Rakyat menjadi tergantung dengan sesuatu yang berada di atas. Padahal sebelum ada penguasa, rakyat tetap hidup dan berjalan dengan ‘temuan-temuan’, bergerak dengan ‘imajinasi-imajinasi’. Hasil dari gerak temuan dan imajinasi itu, menjelma dalam wujud jembatan, parit, jalan kampung, irigasi, dermaga yang dibangun secara masif melalui modal sosial yang juga masif. Lembaga-lembaga gotong royong seperti batobo, subak dan sejenis itu, pada dasarnya adalah gambaran kreatif dan mandiri yang menjadi bawaan inheren dalam sebuah masyarakat. Sebab, setiap masyarakat memiliki sistem ‘pertahanan’ diri sendiri, kemampuan adaptasi. Di sinilah peran pemerintah dan penguasa. Setakat mendorong, memfasilitasi. Bukan malah menjadi pelaksana mimpi masyarakat, menjadi pelaksana sebuah event dan melakukan kegiatan riset yang ternyata berujung sampu dan majal di ujung.***

Jadi Pengusaha Sukses, Anak Muda Juga Bisa

ARB didik akbarSalah satu harapan saya adalah; makin banyak anak muda yang berani berwirausaha. Sehingga akan banyak anak muda yang membuka lapangan kerja, bukan pencari kerja. Karena itu dalam roadshow berkeliling ke berbagai daerah, salah satu agenda utama saya adalah memberikan memotivasi pada anak muda baik melalui ceramah motivasi di sekolah maupun kuliah umum kewirausahaan di kampus.
Seperti kemarin saat saya roadshow ke Semarang dan Salatiga, Jawa Tengah, saya memberikan kuliah umum kewirausahaan di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang dan ceramah di SMKN 2 Salatiga. Namun ada yang berbeda dengan kuliah umum dan ceramah kewirausahaan saya kali ini.
Apa yang beda dengan kuliah umum atau ceramah saya kali ini?
Bedanya adalah, jika biasanya saya mengisi kuliah umum atau ceramah seorang diri, kali ini saya membawa partner. Saya membawa dua orang anak muda. Mereka ini bukan anak muda biasa, mereka adalah dua anak muda yang sukses menjadi pengusaha. Mereka adalah Didik Subiantoro dan Bakhtiar R. Akbar.
Saya mengenal dua anak muda ini dari anak saya Anindya Bakrie. Sebelum saya bawa di kuliah umum saya, mereka sudah pernah di bawa Anin di kuliah umumnya. Karena melihat mereka bagus, Anin merekomendasikan ke saya untuk mengajak mereka di setiap ceramah atau kuliah umum kewirausahaan saya.
Akhirnya setelah saya bertemu dengan mereka, saya sepakat untuk ajak mereka ikut dalam roadshow saya dan ikut berbagi tips dan pengalaman di acara ceramah atau kuliah umum saya. Mereka mendapat giliran memberikan materi atau berbagi pengalaman, setelah saya selesai menyampaikan ceramah atau kuliah umum saya.
Siapa sebenarnya dua anak muda ini, dan apa bisnis yang digelutinya?
Mereka adalah dua anak muda yang baru berumur 20 tahunan dan belum lama lulus kuliah. Namun mereka sudah berani merintis usaha sendiri dan sukses sebagai pengusaha. Mereka berdua kebetulan lulusan Universitas Bakrie, kampus yang dibangun Keluarga Bakrie yang memang menekankan mahasiswanya untuk berani menjadi pengusaha.
didik untag
Didik saat memotivasi mahasiswa Untag
Didik adalah pemilik bisnis batik dan usaha online. Dia yang mendesain batik yang digunakan oleh grup band J-Rocks dan Wali. Anak muda pasti kenal dengan batik “gaul” Mbah Bintoro yang didesain dan dijual oleh Didik.
Selain itu, Didik juga memiliki bisnis online yang sukses. Misalnya saja dia membuat web tv. Salah satu web tv yang dibuatnya adalah untuk group band J-Rocks. Dia juga biasa memberikan training untuk anak muda terkait bisnis online ini.
Sedangkan Akbar, bisnis utamanya adalah terkait foto dan video di bawah bendera Wong Akbar Fotografi. Dia mulai dari mengerjakan foto video kawinan, kemudian berkembang sampai memiliki rumah produksi yang biasa mengerjakan company profile, dan lain-lain.
Selain itu, Akbar juga melebarkan sayap di bisnis sewa alat-alat digital sampai sekolah musik. Tak hanya sampai di situ, Akbar bahkan juga terjun ke bisnis peternakan, dan sebagainya. Hari raya kurban kemarin, dia bahkan mengaku bisa menjual 100an ekor sapinya.
Dari bisninya tersebut, dua anak muda ini bisa meraup laba milyaran rupiah. Ini tentunya bukan angka yang kecil. Untuk anak muda seusia mereka, ini bahkan angka yang relatif besar.
Bagi saya, Akbar dan Didik ini cocok ikut mengisi acara ceramah atau kuliah umum saya karena apa yang mereka praktekkan sesuai dengan apa yang saya sampaikan. Misalnya; selama ini saya mengatakan bisnis yang bagus dan tak lekang oleh jaman itu adalah FEW: Food, Energy, Water, plus industry kreatif. Nah mereka berdua ini membuktikan dengan bergelut di industry kreatif ternyata bisa sukses.
Mereka juga membuktikan apa yang saya sampaikan bahwa untuk sukses berbisnis modal utamanya bukan uang, tapi ide. Dengan ide usaha brilian, semua bisa sukses termasuk anak muda.
akbar untagLihat saja Didik yang punya ide membuat web tv. Idenya muncul setelah dia melihat peluang dari fans J-Rocks sebaganyak sekitar tiga juta orang. Lalu dia membuat web tv yang berisi video-video J-Rocks yang belum pernah dipublikasikan di mana pun. Namun setiap yang akan mengakses harus berlangganan dengan tarif tertentu yang murah.
Didik mengilustrasikan, tiga juta orang fans J-Rocks ini jika mengakses konten video tersebut, maka banyak uang bisa dikumpulkan. Dia mencontohkan jika 1 persen saja dari jumlah fans mau membayar Rp100 ribu per tahun, maka setahun bisa terkumpul Rp3miliar.
Akbar juga demikian. Idenya muncul saat dia melihat ada ratusan gedung yang biasa dipake nikahan di Jakarta. Lalu muncullah idenya untuk membuat perusahaan foto dan video. Dengan bekerjasama dengan gedung-gedung itu, maka akan banyak sekali uang yang bisa didapatkan.
Mereka berdua mulai dari ide, bukan mengandalkan uang. Karena mereka juga berasal dari keluarga yang tidak kaya. Didik, misalnya mengaku sempat putus asa sewaktu lulus SMA karena bingung mau kuliah tapi terkendala biaya. Namun Alhamdulillah dia bisa kuliah di Universitas Bakrie dengan mendapat beasiswa. Akbar pun demikian, dia juga mendapatkan beasiswa di kampus yang sama.
Akbar dan Didik ini, memiliki usia dan dunia yang tidak jauh beda dengan para mahasiswa atau siswa yang menyimak kuliah umum saya. Meski materi dan teorinya sama dengan saya, tapi bahasa dan aplikasinya tentu lebih mengena mereka. Karena itu, mereka ini bisa menjadi contoh nyata bagi anak muda lainnya bahwa anak muda juga bisa sukses jadi pengusaha.
Selama ini, banyak anak muda yang masih tidak percaya bahwa mereka bisa menjadi pengusaha sukses. Meskipun saya telah memberikan tips dan pengalaman yang gamblang, toh masih banyak yang tidak percaya dan pesimis.didik akbar anin
Ini bisa dibaca di komentar blog ini atau media sosial saya. Ada yang bilang: “Mana bisa pak, saya niru bapak”, “mana bisa pak, saya kan gak ada modal”, “bapak sih bisa karena relasi atau jaringannya sudah luas,”, dan sebagainya. Banyak juga yang bingung harus mulai dari mana.
Dengan membawa Didik dan Akbar, saya ingin memberikan contoh nyata. Ternyata bisa kok anak muda yang berlatar belakang ekonomi dan pendidikan, juga dunia yang sama dengan mereka, juga bisa sukses menjadi pengusaha. Didik dan Akbar juga memberikan contoh kongkrit dan aplikatif yang bisa ditiru langsung oleh anak muda lainnya.

10 Keahlian Yang Dibutuhkan untuk Menjadi Pengusaha Sukses

  • Ekonomi
  • 0
  • 06 Mar 2013 06:15
Setiap pengusaha sukses harus belajar bagaimana menjadi seorang manajer yang hebat. Jika Anda tidak memahami soal manajemen, dipastikan Anda tidak akan pernah mendapatkan tujuan besar sesuai keinginan.
Anda tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk belajar atau mengasah keterampilan yang akan memungkinkan memulai bisnis sendiri.  

Sayangnya, banyak orang yang mungkin ternyata juga tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mencari tahu atau menunjukkan kemampuannya.  

Bahkan pengusaha besar seperti Mark Zuckerberg harus belajar bagaimana menjadi manajer yang efektif. Jika tidak, perusahaan yang mereka dirikan tidak akan pernah mendunia, tidak peduli betapa keren inovasi yang ditawarkan.  

Berikut beberapa keahlian yang harus dimiliki para eksekutif atau pemimpin usaha terutama pemula, seperti mengutip Inc.com, Rabu (6/3/2013).
1. Memiliki gambaran besar
Ketika bertemu dengan seseorang yang mengerti pasar, bagaimana sebuah perusahaan beroperasi, bagaimana bisnis akan berlangsung. Itu semua adalah sebuah potensi untuk dipelajari dalam berbisnis.
Di sisi lain, semua yang Anda tahu dan minati menjadi domain kecil bagi diri Anda sendiri. Itu semua hal yang bisa Anda pakai dalam karir Anda.  

2. Ambisi untuk mencapai sesuatu
Jika Anda hidup untuk mencapai hal-hal tertentu, kemudian Anda berusaha untuk mewujudkannya, ini menjadi pertanda baik.
Ambisi mencapai sesuatu yang dicari dari seorang pengusaha pendatang baru. Hal ini sangat membantu, juga jika ditambah kemampuan untuk memberi. Tetapi itu sudah menjadi titik awal yang bagus.  

3. Keberanian
Sangat sedikit dari kita benar-benar memiliki kepercayaan yang tinggi. Saat muda, kita beralasan tidak memiliki cukup pengalaman, keberhasilan dan kegagalan yang cukup, untuk mengembangkan kepercayaan diri.
Tapi jika Anda punya nyali untuk setidaknya bertindak seperti yang Anda lakukan, itu sudah cukup untuk meraih kepercayaan orang-orang untuk kepada Anda.  

4. Punya kompetensi fungsional
Apa pun yang Anda kerjakan, tapi jika orang tidak berpikir Anda mampu melakukannya secara efektif, lupakan saja.
Saat ini, seorang manajer diharapkan untuk menjadi yang terbaik pada apa yang mereka kelola. Begitulah cara kerjanya.  

5. Prioritas dan pengorbanan
Dunia nyata tidak seperti apa yang mereka ajarkan di sekolah. Tidak ada yang pernah hitam dan putih. Itulah mengapa begitu banyak kompetensi manajemen.
Adalah kemampuan Anda untuk secara efektif memprioritaskan dan membuat pengorbanan ketika mengambil keputusan. Mengetahui apa yang penting dan apa yang harus diperhatikan.  

6. Mampu memberikan motivasi
Beberapa orang memiliki kemampuan untuk membuat orang bergerak bersama-sama mencapai tujuan. Mereka dapat menjelaskan hal-hal kepada orang lain dengan cara yang mudah dipahami, bahkan kadang mendorong semangat.
Orang seperti ini yang awalnya dinilai lahir sebagai pemimpin. Pada kenyataannya, mereka hanya memiliki keterampilan yang terus berkembang.
7. Pengambil keputusan
Jika Anda bertanya kepada 10 orang saat mengambil keputusan akan sesuatu, Anda hanya akan mendapatkan 10 jawaban berbeda.
Anda harus mendapatkan gagasan jelas tentang ketegasan dan kepemimpinan. Pengambilan keputusan bukan hanya tentang hasil.

Anda harus membuat keputusan yang tepat dengan melakukan penyelidikan, mendengar, penalaran, dan tahu kapan harus mempercayai diri sendiri.
8. Adaptasi
Kita hidup dan bekerja di dunia yang serba cepat. Di mana seorang manajer harus fleksibel, mampu beradaptasi dengan cepat terhadap kondisi perubahan.

Jika Anda tidak dapat beradaptasi, Anda tidak akan pernah mampu menggerakkan usaha.

Anda tidak akan mampu menghadapi kendala persaingan pasar yang kompetitif.

Anda harus mampu bekerja dengan berbagai kelompok, teman maupun rekan sebaya dengan baik  

9. Inisiatif
Anda harus memiliki inisiatif yang kalau bisa tertanam sejak muda. Anda harus pergi mencari tugas yang terberat dan tertinggi maupun yang ringan.  

10. Memiliki gaya manajemen top-down
Gaya komando dan pengendalian manajemen sudah tidak populer saat ini.

Gaya yang dicari saat ini, bagaimana Anda menyelesaikan sesuatu melalui pengaturan tujuan yang tepat. Anda bisa menempatkan diri sebagai pemimpin baik ke atas, maksudnya ke pimpinan maupun ke bawah.
Demikian hal-hal yang bisa membuat Anda mencapai menjadi seorang pengusaha sukses.
- See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/528101/10-keahlian-yang-dibutuhkan-untuk-menjadi-pengusaha-sukses#sthash.JUcC7MDS.dpuf

10 Keahlian Yang Dibutuhkan untuk Menjadi Pengusaha Sukses

  • Ekonomi
  • 0
  • 06 Mar 2013 06:15
Setiap pengusaha sukses harus belajar bagaimana menjadi seorang manajer yang hebat. Jika Anda tidak memahami soal manajemen, dipastikan Anda tidak akan pernah mendapatkan tujuan besar sesuai keinginan.
Anda tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk belajar atau mengasah keterampilan yang akan memungkinkan memulai bisnis sendiri.  

Sayangnya, banyak orang yang mungkin ternyata juga tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mencari tahu atau menunjukkan kemampuannya.  

Bahkan pengusaha besar seperti Mark Zuckerberg harus belajar bagaimana menjadi manajer yang efektif. Jika tidak, perusahaan yang mereka dirikan tidak akan pernah mendunia, tidak peduli betapa keren inovasi yang ditawarkan.  

Berikut beberapa keahlian yang harus dimiliki para eksekutif atau pemimpin usaha terutama pemula, seperti mengutip Inc.com, Rabu (6/3/2013).
1. Memiliki gambaran besar
Ketika bertemu dengan seseorang yang mengerti pasar, bagaimana sebuah perusahaan beroperasi, bagaimana bisnis akan berlangsung. Itu semua adalah sebuah potensi untuk dipelajari dalam berbisnis.
Di sisi lain, semua yang Anda tahu dan minati menjadi domain kecil bagi diri Anda sendiri. Itu semua hal yang bisa Anda pakai dalam karir Anda.  

2. Ambisi untuk mencapai sesuatu
Jika Anda hidup untuk mencapai hal-hal tertentu, kemudian Anda berusaha untuk mewujudkannya, ini menjadi pertanda baik.
Ambisi mencapai sesuatu yang dicari dari seorang pengusaha pendatang baru. Hal ini sangat membantu, juga jika ditambah kemampuan untuk memberi. Tetapi itu sudah menjadi titik awal yang bagus.  

3. Keberanian
Sangat sedikit dari kita benar-benar memiliki kepercayaan yang tinggi. Saat muda, kita beralasan tidak memiliki cukup pengalaman, keberhasilan dan kegagalan yang cukup, untuk mengembangkan kepercayaan diri.
Tapi jika Anda punya nyali untuk setidaknya bertindak seperti yang Anda lakukan, itu sudah cukup untuk meraih kepercayaan orang-orang untuk kepada Anda.  

4. Punya kompetensi fungsional
Apa pun yang Anda kerjakan, tapi jika orang tidak berpikir Anda mampu melakukannya secara efektif, lupakan saja.
Saat ini, seorang manajer diharapkan untuk menjadi yang terbaik pada apa yang mereka kelola. Begitulah cara kerjanya.  

5. Prioritas dan pengorbanan
Dunia nyata tidak seperti apa yang mereka ajarkan di sekolah. Tidak ada yang pernah hitam dan putih. Itulah mengapa begitu banyak kompetensi manajemen.
Adalah kemampuan Anda untuk secara efektif memprioritaskan dan membuat pengorbanan ketika mengambil keputusan. Mengetahui apa yang penting dan apa yang harus diperhatikan.  

6. Mampu memberikan motivasi
Beberapa orang memiliki kemampuan untuk membuat orang bergerak bersama-sama mencapai tujuan. Mereka dapat menjelaskan hal-hal kepada orang lain dengan cara yang mudah dipahami, bahkan kadang mendorong semangat.
Orang seperti ini yang awalnya dinilai lahir sebagai pemimpin. Pada kenyataannya, mereka hanya memiliki keterampilan yang terus berkembang.
7. Pengambil keputusan
Jika Anda bertanya kepada 10 orang saat mengambil keputusan akan sesuatu, Anda hanya akan mendapatkan 10 jawaban berbeda.
Anda harus mendapatkan gagasan jelas tentang ketegasan dan kepemimpinan. Pengambilan keputusan bukan hanya tentang hasil.

Anda harus membuat keputusan yang tepat dengan melakukan penyelidikan, mendengar, penalaran, dan tahu kapan harus mempercayai diri sendiri.
8. Adaptasi
Kita hidup dan bekerja di dunia yang serba cepat. Di mana seorang manajer harus fleksibel, mampu beradaptasi dengan cepat terhadap kondisi perubahan.

Jika Anda tidak dapat beradaptasi, Anda tidak akan pernah mampu menggerakkan usaha.

Anda tidak akan mampu menghadapi kendala persaingan pasar yang kompetitif.

Anda harus mampu bekerja dengan berbagai kelompok, teman maupun rekan sebaya dengan baik  

9. Inisiatif
Anda harus memiliki inisiatif yang kalau bisa tertanam sejak muda. Anda harus pergi mencari tugas yang terberat dan tertinggi maupun yang ringan.  

10. Memiliki gaya manajemen top-down
Gaya komando dan pengendalian manajemen sudah tidak populer saat ini.

Gaya yang dicari saat ini, bagaimana Anda menyelesaikan sesuatu melalui pengaturan tujuan yang tepat. Anda bisa menempatkan diri sebagai pemimpin baik ke atas, maksudnya ke pimpinan maupun ke bawah.
Demikian hal-hal yang bisa membuat Anda mencapai menjadi seorang pengusaha sukses.
- See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/528101/10-keahlian-yang-dibutuhkan-untuk-menjadi-pengusaha-sukses#sthash.JUcC7MDS.dpuf

10 Keahlian Yang Dibutuhkan untuk Menjadi Pengusaha Sukses

  • Ekonomi
  • 0
  • 06 Mar 2013 06:15
Setiap pengusaha sukses harus belajar bagaimana menjadi seorang manajer yang hebat. Jika Anda tidak memahami soal manajemen, dipastikan Anda tidak akan pernah mendapatkan tujuan besar sesuai keinginan.
Anda tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk belajar atau mengasah keterampilan yang akan memungkinkan memulai bisnis sendiri.  

Sayangnya, banyak orang yang mungkin ternyata juga tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mencari tahu atau menunjukkan kemampuannya.  

Bahkan pengusaha besar seperti Mark Zuckerberg harus belajar bagaimana menjadi manajer yang efektif. Jika tidak, perusahaan yang mereka dirikan tidak akan pernah mendunia, tidak peduli betapa keren inovasi yang ditawarkan.  

Berikut beberapa keahlian yang harus dimiliki para eksekutif atau pemimpin usaha terutama pemula, seperti mengutip Inc.com, Rabu (6/3/2013).
1. Memiliki gambaran besar
Ketika bertemu dengan seseorang yang mengerti pasar, bagaimana sebuah perusahaan beroperasi, bagaimana bisnis akan berlangsung. Itu semua adalah sebuah potensi untuk dipelajari dalam berbisnis.
Di sisi lain, semua yang Anda tahu dan minati menjadi domain kecil bagi diri Anda sendiri. Itu semua hal yang bisa Anda pakai dalam karir Anda.  

2. Ambisi untuk mencapai sesuatu
Jika Anda hidup untuk mencapai hal-hal tertentu, kemudian Anda berusaha untuk mewujudkannya, ini menjadi pertanda baik.
Ambisi mencapai sesuatu yang dicari dari seorang pengusaha pendatang baru. Hal ini sangat membantu, juga jika ditambah kemampuan untuk memberi. Tetapi itu sudah menjadi titik awal yang bagus.  

3. Keberanian
Sangat sedikit dari kita benar-benar memiliki kepercayaan yang tinggi. Saat muda, kita beralasan tidak memiliki cukup pengalaman, keberhasilan dan kegagalan yang cukup, untuk mengembangkan kepercayaan diri.
Tapi jika Anda punya nyali untuk setidaknya bertindak seperti yang Anda lakukan, itu sudah cukup untuk meraih kepercayaan orang-orang untuk kepada Anda.  

4. Punya kompetensi fungsional
Apa pun yang Anda kerjakan, tapi jika orang tidak berpikir Anda mampu melakukannya secara efektif, lupakan saja.
Saat ini, seorang manajer diharapkan untuk menjadi yang terbaik pada apa yang mereka kelola. Begitulah cara kerjanya.  

5. Prioritas dan pengorbanan
Dunia nyata tidak seperti apa yang mereka ajarkan di sekolah. Tidak ada yang pernah hitam dan putih. Itulah mengapa begitu banyak kompetensi manajemen.
Adalah kemampuan Anda untuk secara efektif memprioritaskan dan membuat pengorbanan ketika mengambil keputusan. Mengetahui apa yang penting dan apa yang harus diperhatikan.  

6. Mampu memberikan motivasi
Beberapa orang memiliki kemampuan untuk membuat orang bergerak bersama-sama mencapai tujuan. Mereka dapat menjelaskan hal-hal kepada orang lain dengan cara yang mudah dipahami, bahkan kadang mendorong semangat.
Orang seperti ini yang awalnya dinilai lahir sebagai pemimpin. Pada kenyataannya, mereka hanya memiliki keterampilan yang terus berkembang.
7. Pengambil keputusan
Jika Anda bertanya kepada 10 orang saat mengambil keputusan akan sesuatu, Anda hanya akan mendapatkan 10 jawaban berbeda.
Anda harus mendapatkan gagasan jelas tentang ketegasan dan kepemimpinan. Pengambilan keputusan bukan hanya tentang hasil.

Anda harus membuat keputusan yang tepat dengan melakukan penyelidikan, mendengar, penalaran, dan tahu kapan harus mempercayai diri sendiri.
8. Adaptasi
Kita hidup dan bekerja di dunia yang serba cepat. Di mana seorang manajer harus fleksibel, mampu beradaptasi dengan cepat terhadap kondisi perubahan.

Jika Anda tidak dapat beradaptasi, Anda tidak akan pernah mampu menggerakkan usaha.

Anda tidak akan mampu menghadapi kendala persaingan pasar yang kompetitif.

Anda harus mampu bekerja dengan berbagai kelompok, teman maupun rekan sebaya dengan baik  

9. Inisiatif
Anda harus memiliki inisiatif yang kalau bisa tertanam sejak muda. Anda harus pergi mencari tugas yang terberat dan tertinggi maupun yang ringan.  

10. Memiliki gaya manajemen top-down
Gaya komando dan pengendalian manajemen sudah tidak populer saat ini.

Gaya yang dicari saat ini, bagaimana Anda menyelesaikan sesuatu melalui pengaturan tujuan yang tepat. Anda bisa menempatkan diri sebagai pemimpin baik ke atas, maksudnya ke pimpinan maupun ke bawah.
Demikian hal-hal yang bisa membuat Anda mencapai menjadi seorang pengusaha sukses.
- See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/528101/10-keahlian-yang-dibutuhkan-untuk-menjadi-pengusaha-sukses#sthash.JUcC7MDS.dpuf